Saturday, January 8, 2011

DAUN KACA PIRING (Gardenia jasminoides Ellis) SEBAGAI OBAT HERBAL ANTI KANKER YANG MUDAH, MURAH, DAN BERKHASIAT TINGGI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan
Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit ganas yang menjadi ancaman utama terhadap kesehatan. Kanker disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).
Saat ini telah banyak penderita kanker di Indonesia. Setiap tahunnya terdapat 190-200 ribu penderita kanker baru (www.antara.co.id). Tetapi dari jumlah tersebut masih sedikit yang tertangani karena minimnya sentra pelayanan kanker. Selain itu, saat ini model pengobatan kanker masih menggunakan kemoterapi dan radiasi yang dapat beresiko karena selain melumpuhkan kanker, juga merusak organ tubuh lain. Pengobatan jenis ini juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga sulit terjangkau oleh kalangan menengah kebawah. Padahal menurut Badan Kesehatan Dunia melaporkan saat ini diperkirakan terdapat 11-12 juta penderita kanker di seluruh dunia yang 6-7 juta diantaranya berada di negara berkembang termasuk Indonesia (www.antara.co.id ). Menurut riset, peningkatan kasus kematian akibat kanker meningkat dari 3,4 persen (1980) menjadi 6 persen (2001). Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan prevalensi tumor di Indonesia adalah 4,3 per 1.000 penduduk (www.tempointeraktif.com).
Selama ini, masyarakat Indonesia telah mengenal berbagai macam ramuan tradisional yang digunakan sebagai obat antikanker seperti buah merah, benalu teh, dan tumbuhan sarang semut. Obat tradisional tersebut terbukti berkhasiat dalam mengobati kanker. Selain itu bahan herbal tidak menyebabkan efek samping yang berbahaya bagi penggunanya. Hal inilah yang menyebabkan para peneliti berusaha mencari senyawa antikanker dari keanekaragaman hayati yang tersedia di Indonesia.
Dari permasalahan-permasalahan di atas, penulis ingin menyumbangkan ide kreatif yaitu pemanfaatan daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) sebagai obat herbal anti kanker, karena berdasarkan literatur, daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) mengandung senyawa kimia yaitu Flavonoid, Saponin, dan Tripenoid/Spenoid yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Penulisan ini dilakukan agar pemanfaatan daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) sebagai obat herbal antikanker yang mudah, murah dan berkhasiat tinggi dan bisa segera terealisasikan dan berkembang pesat di Indonesia, yang dikemas dalam karya tulis berjudul ”DAUN KACA PIRING (Gardenia jasminoides Ellis) SEBAGAI OBAT HERBAL ANTI KANKER YANG MUDAH, MURAH, DAN BERKHASIAT TINGGI“.

B. Batasan Masalah
Penulisan ini dibatasi pada telaah pustaka tentang tumbuhan kaca piring dan kanker.
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana potensi daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) sebagai obat herbal anti kanker?
2. Bagaimana sistematika pembuatan obat herbal anti kanker dari daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis)?
3. Apakah keunggulan penggunaan daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) sebagai obat herbal anti kanker?







D. Tujuan Penulisan

Penulisan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Mengungkap potensi yang terkandung di dalam daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) sebagai obat herbal anti kanker yang murah, mudah, dan berkhasiat tinggi.
2. Membantu masyarakat dan pemerintah untuk memberikan solusi jitu dalam mengatasi penyakit kanker secara alami.
3. Memberi informasi kepada masyarakat umum tentang khasiat daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) untuk mengatasi penyakit kanker yang mudah, murah dan berkhasiat tinggi.
E. Manfaat Penulisan
Penulisan ini memberi manfaat antara lain :
1. Bagi Penulis
a. Memberikan wawasan dan pengalaman dalam menyusun karya tulis ilmiah.
b. Dapat menerapkan metode ilmiah seperti yang dilakukan oleh ilmuwan dalam melakukan penelitian.
c. Membuat peneliti lebih peka terhadap pemanfaatan bahan-bahan yang tidak lazim untuk digunakan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat

2. Bagi Pemerintah
a. Dapat dijadikan solusi dalam mengatasi permasalahan penyakit kanker.
b. Dapat dijadikan referensi dan sumber pengetahuan terutama dalam hal obat-obatan untuk mengatasi penyakit kanker.


3. Bagi Masyarakat Umum
a. Dapat dijadikan solusi untuk mengatasi penyakit kanker dengan membuat obat yang terjangkau.
4. Bisa dijadikan dasar dalam melakukan penelitian lanjutan.


BAB II
TELAAH PUSTAKA

A. Kaca Piring
Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae
Genus: Gardenia
Spesies: Gardenia augusta







Gambar 2.1 Kaca Piring
Sumber : ( www.Wikipedia.com )
1. Pengertian
Kacapiring atau Kaca Piring(Gardenia augusta) adalah perdu tahunan dari suku kopi-kopian atau Rubiaceae. Bunganya berwarna putih dan sangat harum. Tanaman juga dikenal dengan nama binomial Gardenia jasminoides yang berarti "seperti melati," walaupun tidak ada hubungannya dengan marga Jasminum (Melati). Di Bali, tanaman ini dikenal dengan nama jempiring dan bunganya merupakan maskot kota Denpasar.




2. Ciri Morfologi
Tinggi tanaman 1-3 meter, berasal dari Asia Timur dan banyak tumbuh di alam bebas, walaupun lebih banyak dijumpai di sekitar tempat tinggal manusia sebagai tanaman hias..
Bunga hanya muncul sekuntum di ujung-ujung tangkai, mempunyai 6 daun mahkota walaupun sebagian kultivar mempunyai bunga ganda (daun mahkota berlapis). Bunga sewaktu baru mekar berwarna putih bersih, tapi sedikit-sedikit berubah warna menjadi krem kekuningan. Bunga berbau sangat harum sehingga sering digunakan sebagai bahan baku minyak bunga. Harum bunga yang sepintas mirip. Melati banyak menarik minat serangga seperti beberapa spesies Lepidoptera dan semut.
Daun berbentuk bulat telur dan tebal. Tulang daun berbentuk menyirip dengan lebar 2 cm dan panjangnya tak lebih dari 6 cm. Warna permukaan daun hijau tua dan di atasnya terdapat lapisan kutikula yang membuatnya terlihat mengkilap.
3. Kandungan Kimia Daun
a. Flavonoid
Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel. Memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian¬-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.
Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
b. Saponin
Saponin adalah suatu glikosida yang mungkin ada pada banyak macam tanaman. Saponin ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasi tinggi pada bagian-bagian tertentu, dan dipengaruhi oleh varietas tanaman dan tahap pertumbuhan. Saponin merupakan zat yang terkandung pada tanaman herbal dan berfungsi memberikan rasa pahit. Berbagai penelitian menyimpulkan saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, antikarsinogenik. Mekanisme antikarsinogenik meliputi efek antioksidan, dan sitotoksik langsung pada sel kanker.Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui, mungkin sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat, atau merupakan waste product dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Kemungkinan lain adalah sebagai pelindung terhadap serangan serangga.

Sifat-sifat Saponin adalah:
1). Mempunyai rasa pahit
2). Dalam larutan air membentuk busa yang stabil
3). Menghemolisa eritrosit
4). Membentuk persenyawaan dengan kolesterol dan hidrok-sisteroid lainnya
5). Sulit untuk dimurnikan dan diidentifikasi
6). Berat molekul relatif tinggi, dan analisis hanya menghasil-kan formula empiris yang mendekati.
Berdasarkan atas sifat kimiawinya, saponin dapat dibagi dalam dua kelompok:
1). Steroids dengan 27 C ¬ atom.
2). Triterpenoids, dengan 30 C ¬ atom.
c. Terpenoid/spenoid
Terpenoid merupakan zat yang mencegah pembelahan sel ganas dan juga menginduksi apoptosis. Salah satu kandungan pada terpenoid, yaitu limone terbukti efektif untuk mengatasi kanker payudara, kanker liver, kanker paru, dan juga leukemia. Kandungan yang lain, betakaroten, membantu merangsang kelenjar thymus untuk memproduksi lebih banyak sel Limfosit T yang dapat langsung menghancurkan sel kanker. Sedang asam ursolat yang juga golongan triterpenoid dapat mencegah pertumbuhan sel abnormal (kanker) sekaligus menyuruh sel abnormal yang sudah ada untuk bunuh diri (apoptosis).

B. Kanker
1. Pengertian Kanker




Gambar 2.2 Kanker
Sumber : ( www.Wikipedia.com )

Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).
Sel kanker berbahaya karena dapat menyebabkan kematian baik secara langsung maupun tidak langsung (Laszlo dalam Sarafino, 1998). Sel kanker tumbuh dengan cepat, sehingga sel kanker pada umumnya cepat menjadi besar. Sel kanker menyusup ke jaringan sehat sekitarnya, sehingga dapat digambarkan seperti kepiting dengan kaki-kakinya mencengkram alat tubuh yang terkena. Di samping itu, sel kanker dapat menyebar (metatasis) ke bagian alat tubuh lainnya yang jauh dari tempat asalnya melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening sehingga tumbuh kanker baru di tempat lain. Penyeberan sel kanker ke jaringan sehat pada alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh tersebut sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu.
2. Stadium Kanker
Stadium kanker merupakan tahap-tahap penyerangan penyakit kanker. Semakin tinggi tingkat stadium maka penyakit ini akan sulit terobati. Macam-macam stadium kanker :
a. Stadium 1
Pada stadium ini, benjolan kanker tak lebih dari 2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar. Perawatan yang sangat sistematis akan diberikan pada kanker stadium ini, tujuannya adalah agar sel kanker tidak dapat menyebar dan tidak berlanjut pada stadium selanjutnya. Pada stadium ini, kemungkinan sembuh total pada pasien adalah 70%.
b. Stadium 2
Pada stadium ini, kemungkinan sembuh penderita adalah 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Biasanya besarnya benjolan kanker sudah lebih dari 2 bahkan bisa sampai 5 cm dan tingkat penyebarannya pun sudah sampai daerah ketiak. Atau bisa juga ukuran kanker sudah mencapai 5 cm tapi belum menyebar kemana-mana. Biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.


c. Stadium 3A
Menurut data dari Depkes, 87% kanker ditemukan pada stadium ini. Benjolan kanker sudah berukuran lebih dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar limfa.
d. Stadium 3B
Kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain yang semula tidak terserang. Selain itu juga penyebarannya juga sudah menyerang secara tuntas kalenjar limfa.
e. Stadium 4
Sel-sel kanker sudah merembet menyerang bagian tubuh lainnya, biasanya tulang, paru-paru, hati atau otak. Atau bisa juga menyerang kulit, kelenjar limfa yang ada di dalam batang leher. Sama seperti stadium 3.
3. Kasus Akibat Kanker
Saat ini, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Bahkan WHO menyatakan, terjadi peningkatan jumlah penderita kanker setiap tahunnya hingga mencapai 6,5 juta orang, dan dua per tiganya berasal dari negara berkembang. Di Indonesia setiap tahunnya terdapat 190-200 ribu penderita kanker baru. Ironisnya di negara berkembang, 80-90 persen biasanya tidak dapat disembuhkan, karena penderita dating pada stadium lanjut.
Berdasarkan riset kanker menjadi penyebab kematian nomor tujuh setelah stroke, tuberkulosis, hipertensi, cidera, perinatal, dan diabetes militus dan anak menjadi penderita kanker 4,9 persen dari semua usia. Adapun pada manusia dewasa, kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker hati menjadi tiga penyebab kematian terbesar.
4. Pengobatan Kanker
Selama ini pengobtan penyakit kanker masih banyak menggunakan peralatan medis dan membutuhkan biya yang tidak sedikit. Berikut adalah berbagai pilihan pengobatan untuk kanker yang biasa digunakan dalam dunia medis.
1. Operasi/Pembedahan
Pembedahan merupakan prosedur pengobatan kanker yang paling tua, dan paling besar kemungkinannya untuk sembuh, khususnya untuk jenis kanker tertentu yang belum menyebar ke bagian tubuh lain. Kemajuan di bidang pembedahan telah memungkinkan tindakan operasi dengan luka dan efek seminimal mungkin (bahkan ada yang tanpa luka sama sekali), sehingga sesudahnya Anda bisa kembali beraktivitas seperti semula.
2. Kemoterapi
Kemoterapi telah digunakan untuk pengobatan kanker sejak tahun 1950-an. Diberikan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran kanker yang akan dioperasi, atau sesudah operasi untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker. Kadang dikombinasi dengan terapi radiasi, kadang tidak.
Obat penghancur sel kanker ini diberikan dalam tablet/pil, suntikan, atau infus. Jadwal pemberiannya ada yang setiap hari, seminggu sekali, atau bahkan sebulan sekali. Berapa lama Anda akan menjalani kemoterapi dan ada efek sampingnya atau tidak, tergantung jenis kanker Anda dan jenis kemoterapinya.


3. Radiasi
Untuk beberapa jenis kanker seperti kanker di daerah leher dan kepala, kelenjar, paru-paru, dan penyakit Hodgkin, radiasi merupakan pilihan pengobatan yang paling utama. Tetapi radiasi juga biasa diberikan pada kanker-kanker jenis lain, baik sebagai terapi tunggal maupun terapi kombinasi dengan pembedahan maupun kemoterapi.
Terapi yang efeknya bersifat lokal ini diberikan secara eksternal atau secara internal. Secara eksternal menggunakan alat tertentu untuk menembakkan gelombang radioaktif ke arah sel-sel kanker (“disinar”), sedang internal dalam bentuk implant radioaktif yang disisipkan di area kanker, atau berupa obat telan/suntik.
4. Immunoterapi
Immunoterapi yang disebut juga terapi biologis merupakan jenis pengobatan kanker yang relatif baru. Sekalipun demikian diperkirakan akan segera maju pesat dan menjadi andalan para dokter dalam upaya penyembuhan kanker secara total.
Tidak beda dengan imunisasi pada umumnya, immunoterapi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna melawan sel-sel kanker. Ada tiga macam immunoterapi, yaitu aktif (vaksin kanker), pasif, dan terapi adjuvan. Di Indonesia immunoterapi kadang diberikan bersama-sama dengan jenis pengobatan lain untuk mendapatkan hasil lebih optimal, tetapi tidak selalu. Sampaikan kepada dokter kalau Anda menginginkannya.



5. Terapi Gen
Terapi gen dilakukan dengan beberapa cara: (1) mengganti gen yang rusak atau hilang, (2) menghentikan kerja gen yang bertanggung jawab terhadap pembentukan sel kanker, (3) menambahkan gen yang membuat sel kanker lebih mudah dideteksi dan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh, kemoterapi, maupun radioterapi, dan (4) menghentikan kerja gen yang memicu pembuatan pembuluh darah baru di jaringan kanker sehingga sel-sel kankernya mati.
Pada saat ini terapi gen belum dipergunakan secara umum, tetapi berbagai ujicoba klinis telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Penggunaannya secara luas hanya soal waktu saja.
6. Pengobatan Alternatif
Pada dasarnya yang disebut “pengobatan alternatif” dapat digolongkan ke dalam salah satu jenis pengobatan di atas, tetapi kurangnya riset medis yang memadai menyebabkan pengobatan yang pada umumnya merupakan pengobatan tradisional ini kurang diakui kalangan kedokteran, karenanya hanya disebut sebagai “alternatif”.

BAB III
METODOLOGI PENULISAN

A. Metode Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis menggunakan metode studi pustaka yaitu metode untuk menguraikan secara cermat prosedur pengumpulan data dan informasi, pengolahan data dan informasi, analisis-sintesis, mengambil simpulan, serta merumuskan saran atau rekomendasi. Metode ini dipilih karena dengan metode ini penulis dapat mengumpulkan data berupa tulisan, gambar, dan data stastistik sehingga mempermudah penulis untuk membuat hubungan antar obyek kajian. Dalam penulisan ini, metode studi pustaka mempermudah penulis untuk mengungkap bahwa daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) mengandung saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak asiri dan menjabarkan bahwa kandungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk obat anti kanker.

B. Instrumen Penulisan
Pada penulisan karya tulis ini, penulis menggunakan beberapa instrumen penulisan sebagai berikut:
1. Kajian literatur : adalah instrumen yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan. Kajian literatur dapat diperoleh dari majalah ilmiah, buku-buku, dan internet.
2. Foto : adalah instrumen yang digunakan untuk menelaah segi-segi subyektif dan hasilnya dianalisis secara induktif yaitu menganalisis data khusus untuk mendapatkan gambaran yang bersifat umum. Pada penulisan ini, foto diambil dari foto yang dihasilkan orang lain maupun foto yang dihasilkan penulis sendiri.

C. Waktu dan Tempat Penulisan
1. Waktu Penulisan
Penulisan dilaksanakan mulai tanggal 5 Februari s/d 13 Februari 2010.
2. Tempat penulisan
a. Sekretariat Ganesha Kelompok Ilmiah Remaja (Ganesha KIR)
SMA N 1 Ponorogo

D. Kegiatan Penulisan
Kegiatan penulisan dilakukan pada 5 Februari s/d 13 Februari 2010. Berikut disajikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dalam penulisan ini.
Tabel 3.1
Kegiatan Penulisan
No. Kegiatan Waktu Tempat
1. Merumuskan judul dan rumusan masalah. 5 Februari 2010 SMA Negeri 1 Ponorogo
2. Mencari literatur dari buku-buku, majalah ilmiah dan internet. 6-10 Februari 2010 Menyesuaikan
3. Pengolahan data dan penyusunan karya tulis. 11-13 Februari 2010 SMA Negeri 1 Ponorogo


BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

Berdasarkan prosedur yang telah dilakukan, maka penulis dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1. Daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) mempunyai potensi yang baik untuk digunakan sebagai obat ampuh penyembuh kanker karena mengandung Flavonoid, Saponin, dan Terpenoid.
2. Pemanfaatan daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) sebagai obat ampuh penyembuh kanker dilakukan dengan cara melarutkan Flavonoid, Saponin, dan Terpenoid pada daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) dengan cara merebusnya pada suhu 1000C, dan air hasil perebusan yang mengandung bahan tersebut sudah bisa dimanfaatkan sebagai obat penyembuh kanker.
3. Keunggulan dari daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) sebagai obat kanker adalah mudah didapat, murah, dan berkhasiat tinggi serta tidak mengandung efek samping karena terbuat dari bahan herbal yang tidak mengandung toksik.
B. Saran

Penulis memberikan saran untuk menindaklanjuti hasil penulisan dalam karya tulis ini, yaitu :
1. Hendaknya gagasan obat kanker dari daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) ini segera disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait (misalnya masyarakat, pemerintah, dan peneliti-peneliti di bidang kesehatan).
2. Hendaknya gagasan obat kanker dari daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) ini segera direalisasikan pelaksanaannya.
3. Hendaknya dilakukan penelitian lanjutan mengenai gagasan obat kanker dari daun kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis) ini.
4. Hendaknya usaha untuk mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia lebih digencarkan lagi.


DAFTAR PUSTAKA
Suharsini, Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Nurachman, Zeily . 2003. Flavonoid, saponin, dan terpenoid untuk antitumor (online), (http://www. chem-is-try.org/artikel_kimia/biokimia/flavonoid, saponin, dan terpenoid_untuk_antitumor/ diakses 13 Februari 2010)
Wikipedia. 2009. Kaca Piring (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Kacapiring diakses 13 Februari 2010)
_________. 2009. Khasiat Tanaman Kaca Piring (online), (http://www.smallcrab.com/kesehatan/239-khasiat-tanaman-kacapiring diakses 13 Februari 2010)
________. 2009. Kandungan Daun Tumbuhan Kaca Piring (online), (http://bahan-alam.fa.itb.ac.id/detail.php?id=36 diakses 13 Februari 2010)
_______. 2009. Tanaman Kaca Piring yang Berkhasiat Tinggi (online), (http://herbalscenter.wordpress.com/2009/10/11/tanaman-kacapiring-yang-berkhasiat-tinggi/ diakses 13 Februari 2010)
_______. 2009. Khasiat Tanaman Kaca Piring (online), (http://herbalscenter.wordpress.com/2009/10/11/khasiat-tanaman-kacapiring/ diakses 13 Februari 2010)
_______. 2009. Hanya 15 Persen Penderita Kanker di Indonesia Tertangani (online), (http://www.antara.co.id/view/?i=1200574945&c=NAS&s= diakses 13 Februari 2010)
_______. 2009. Penderita Kanker di Indonesia Meningkat (online), (http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/03/15/brk,20090315-164744,id.html diakses 13 Februari 2010)
_______. 2009. Daya Hambat Benalu (online), (http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/07DayaHambatBenaluTeh127.pdf/07DayaHambatBenaluTeh127.html diakses 13 Februari 2010)
Kumala Sari, Ika. 2009. Info Terbaru Kanker (online), (http://ikakumalasari.wordpress.com/2009/03/09/info-terbaru-penyakit-cancer/ diakses 14 Februari 2010)
Lestari, Ana. Pemanfaatan Daun Kacapiring (online), (http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/pkm/article/view/2696 diakses 14 Februari 2010)

No comments:

Post a Comment

komentar yang baik sangat diterima