Saturday, January 8, 2011

Fermentasi Janggel Jagung dan Kulit Ari Biji Kedelai sebagai Pakan Ternak Ayam Kampung yang Murah, Mudah, dan Bergizi Tinggi

Fermentasi Janggel Jagung dan Kulit Ari Biji Kedelai sebagai Pakan Ternak Ayam Kampung yang Murah, Mudah, dan Bergizi Tinggi






OLEH :
1. Zahida Arga Niswati
2. Anis Safitri
3. Ichwan Santoso
PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA NEGERI 1 PONOROGO
Jln. Budi Utomo No.1 Ponorogo,
Tlp/Fax : (0352) 481 145


LEMBAR PENGESAHAN
Fermentasi Janggel Jagung dan Kulit Ari Biji Kedelai sebagai Pakan Ternak Ayam Kampung yang Murah, Mudah, dan Bergizi Tinggi

Nama Peneliti :

1. Zahida Arga Niswati NIS 14011
2. Anis Safitri NIS 13691
3. Ichwan Santoso NIS 13821





















Disahkan dan disetujui :
Di : Ponorogo
Tanggal : 5 September 2009
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin
Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberi rahmat serta hidayah kepada hamba-Nya dan termasuk kami, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul, , “Fermentasi Janggel Jagung dan Kulit Ari Biji Kedelai sebagai Pakan Ternak Ayam Kampung yang Murah, Mudah, dan Bergizi Tinggi”. Karya tulis ini Peneliti susun dengan maksud untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang.

Dengan terselesaikannya karya tulis ini, Peneliti tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Ibunda dan Bapak ananda yang mulia , yang telah senantiasa memberi dorongan spirituil pada Peneliti yang berupa do’a-do’a kemuliaan untuk kesuksesan Peneliti
2. Bapak Drs. Hastomo selaku Kepala SMA 1 Ponorogo yang telah memberi ijin dan dorongan semangat kepada saya dalam penyelesaian karya tulis ini.
3. Segenap Bapak dan Ibu guru SMA 1 Ponorogo yang mulia dan yang tercinta , yang telah memberi motivasi kepada Peneliti untuk menyelesaikan karya tulis ini.
4. Segenap aktivis dan anggota KIR SMA 1 Ponorogo yang telah mambantu dalam segi apapun sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan sesuai dengan rencana.
5. Semua pihak yang belum sempat kami sebutkan, yang telah memberi dorongan baik berupa spirituil maupun materiil dalam penyelesaian karya tulis ini.
Semoga karya tulis yang sederhana dan masih jauh dari sempurna ini, ada manfaatnya khususnya bagi Peneliti tim peneliti, rekan-rekan siswa-siswi SMA, dan masyarakat pedesaan.
Tertanda

Peneliti
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .………………………………………………… (i)
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………. (ii)
KATA PENGANTAR …………………………………………………. (iii)
DAFTAR ISI …………………………………………………. (iv)
DAFTAR TABEL …………………………………………………. (v)
DAFTAR GRAFIK …………………………………………………. (vi)
DAFTAR ILUSTRASI …………………………………………………. (vii)
DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………. (viii)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………… 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………… 2
C. Hipotesis …………………………………………… 2
D. Tujuan Penelitian …………………………………………… 2
E. Manfaat Penelitian …………………………………………… 3
F. Batasan Masalah …………………………………………… 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Ayam Kampung …………………………………………… 4
B. Bungkil Kedelai ….…………………………………........... 5
C. Janggel Jagung ………………...…………………………. 5
D. Ragi Tape .…………………………………………… 6

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian …………………………………………… 7
B. Kegiatan Penelitian …………………………………… 7
C. Alat dan Bahan …………………………………… 7
D. Instrumen penelitian …………………………………… 9
E. Sampel Penelitian …………………………………… 10
F. Responden …………………………………… 10
G. Pembuatan Pakan Ternak …………………………………… 10

BAB IV DATA DAN ANALISA
A. Hasil Penelitian Eksperimen …………………………………… 13
B. Hasil Uji Organoleptik …………………………………… 13
C. Hasil Uji Pemasaran …………………………………… 15
D. Pembahasan …………………………………… 16

BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………...…………… 20
B Saran .……………………………..……… 20

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………. (ix)
LAMPIRAN ………………………………………. (x)












DAFTAR TABEL


Tabel 1. Hasil Analisa Kandungan Janggel Jagung ………………………….. 6
Tabel 2. Kegiatan Penelitian ………...…………………...………………….. 7
Tabel 3. Bahan-bahan yang dibutuhkan ……………………………………. 8
Tabel 4. Komposisi Ransum .……………………………………………... 13
Tabel 5. Pertumbuhan Ayam …………………...………………………..… 14
Tabel 6. Berat Badan Ayam dalam gram ……………………...…………… 15
Tabel 7. Harga Ransum ………………….………………………………… 16
Tabel 8. Tingkat Perkembangan Ayam ....….……………………………… 17
Tabel 9. Hasil Uji Pemasaran ...……………………………………………. 20



















DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Hasil Uji Perkembangan Ayam ………… …………………….. 18
Grafik 2. Berat Badan Ayam ……………..……………..…………………. 19
Grafik 3. Total Harga Produksi ……………..……………..…………………. 20

























DAFTAR GAMBAR


Gambar 1. Hasil Akhir Ransum ……………………………………………… 11














































DAFTAR ILUSTRASI
Ilustrasi 1. Skema Proses Pembuatan Pakan Ternak Ayam Kampung dari Kulit Ari
BijiKedelai dan Janggel Jagung …………………………………………… 11














































DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Peneliti ................................................................................................ (xi)
























BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kebutuhan akan bahan makanan semakin bertambah tiap tahunnya. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk indonesia terus bertambah dan pada tahun 2008 telah mencapai 225.324.780 jiwa (www.media-indonesia.com). Rata-rata konsumsi protein hewani baru 4,19 gram/kapita/hari. Menurut Direktorat Jendral Peternakan (2006), rata-rata konsumsi pangan hewani daging, susu dan telur masyarakat Indonesia adalah 4,1; 1,8 dan 0,3 gram/kapita/hari. Angka konsumsi ini masih rendah bila dibandingkan dengan standar minimal konsumsi protein hewani yang ditetapkan oleh FAO, yaitu 6 gram/kapita/hari atau setara dengan konsumsi 10,3 kg daging/kapita/tahun, 6,5 gram telur/kapita/tahun dan 7,2 kg susu/kapita/tahun (www.unib.ac.id). Tentunya diperlukan persediaan daging hewan yang banyak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Akan tetapi, kemampuan produksi daging dari peternakan yang ada belum mampu mengimbanginya. Peternakan yang masih bersifat tradisional banyak terdapat di pedesaan. Produktivitas peternakan semacam ini masih tergolong rendah. Kendala yang umumnya dihadapi oleh peternak adalah modal usaha. Harga pakan ternak masih cukup mahal, sedangkan harga jual ayam kurang stabil. Faktor yang sangat mempengaruhi adalah pakan ternak yang diberikan. Pakan ternak yang masih sering digunakan pada ternak ayam adalah bekatul atau nasi aking. Pakan yang seperti ini masih belum memenuhi kebutuhan akan gizi ternak. Kandungan gizi pada pakan ternak ayam yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan ayam kurang optimal.
Limbah pertanian seperti janggel jagung dan kulit ari biji kedelai yang telah di fermentasi banyak mengandung zat-zat yang diperlukan oleh ternak (kajian pustaka). oleh karena itu, peneliti menyumbangkan ide untuk membuat pakan ternak ayam dari janggel jagung dan kulit ari biji kedelai. Janggel jagung dan kulit ari biji kedelai merupakan limbah pertanian yang jarang dimanfaatkan nantinya akan banyak berpengaruh pada pertumbuhan ternak ayam. Bahan baku yang diperlukan mudah didapat karena banyak dibuang oleh masyarakat setelah panen jagung dan kedelai.
Masalah yang diangkat adalah pengelolaan janggel jagung dan kulit ari biji kedelai yang belum diberdayakan secara optimal mejadi pakan ternak ayam yang murah, mudah pembuatannya, dan memenuhi gizi yang dibutuhkan ternak ayam. Penelitian ini dikemas dalam karya tulis yang berjudul “Fermentasi Janggel Jagung dan Kulit Ari Biji Kedelai sebagai Pakan Ternak Ayam Kampung yang Murah, Mudah, dan Bergizi Tinggi”.
B. Rumusan Masalah
1. Bagai mana cara pemanfaatan janggel jagung dan kulit ari biji kedelai sebagai pakan ternak?
2. Apakah pengaruh yang timbul pada ternak setelah pemberian ransum consentrat makanan ternak ayam kampung dengan memanfaatkan janggel jagung dan kulit ari biji kedelai sebagai bahan utama?
C. Hipotesis
“Janggel jagung dan kulit ari biji kedelai berasal dari tanaman, sehingga banyak mengandung serat, maka fermentasi janggel jagung dan kulit ari biji kedelai dapat digunakan sebagai bahan utama untuk membuat konsentrat makanan ternak ayam kampung”
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Mengungkapkan kandungan janggel jagung dan kulit ari biji kedelai yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk diolah menjadi pakan ternak ayam kampung yang murah, mudah, dan bergizi.

2. Untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas, bahwa tidak hanya biji jagung dan kedelai saja yang dapat dimanfaatkan tetapi janggel jagung dan kulit ari biji kedelai yang terbuang sia-sia setelah usai panen ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam kampung.
3. Diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama peternak ayam kampung petani jagung dan kedelai melalui pemanfaatan limbah janggel jagung dan kulit ari biji kedelai menjadi pakan ternak ayam kampung.
E. Manfaat Penelitian
Penelitianini memberi manfaat antara lain :
1. Bagi tim peneliti.
• Memberikan wawasan dan pengalaman dalam menyusun karya tulis..
• Memberikan kesempatan bagi peneliti menerapkan metode ilmiah yang sebelumnya telah dipelajari..
• Mempunyai pengalaman dalam mengikuti lomba karya ilmiah remaja (LKIR).
2. Bagi masyarakat :
a) Menjadikan janggel jagung dan kulit ari biji kedelai dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam kampung, sehingga tidak terbuang sia-sia.
b) Dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya peternak ayam kampung dengan pembuatan pakan ternak yang murah.
F. Batasan Masalah
Penelitian ini terbatas pada kajian pustaka tentang janggel jagung dan kulit ari biji kedelai, ayam kampung, Saccharomyces. Dalam penelitian ini, peneliti juga membahas kandungan gizi pada janggel jagung dan kulit ari biji kedelai serta membandingkannya dengan bahan-bahan lainnya. Selain itu peneliti juga menyertakan rangkaian pembuatan pakan ternak ayam kampung dari janggel jagung dan kulit ari biji kedelai.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Ayam Kampung

Ayam kampung adalah jenis ayam yang biasa dipelihara oleh sebagian besar masyarakat pedesaan dan sebagian kecil oleh masyarakat perkotaan. Ayam kampung biasanya rawan atau mudah terserang penyakit. Orang yang memelihara ayam kampung jarang atau bahkan tidak ada program vaksinasi pada ayam piaraannya. Padahal program vaksinasi pada ayam piaraan sangat penting untuk menimbulkan ketahanan atau kekebalan tubuh ayam dari serangan penyakit.
Keunggulan ayam kampung dagingnya sangat digemari oleh banyak orang, sehingga ayam kampung harganya lebih mahal dari jenis ayam pedaging. Telur ayam kampung juga sangat digemari oleh banyak orang , banyak orang yang meminum telur ayam kampung mentah atau setengah mentah dengan tujuan untuk obat lelah atau untuk menjaga stamina tubuh agar tetap fit. Banyak orang yang memanfaatkan daging dan telur ayam kampung sebagai sumber protein alami maksudnya banyak orang yang meyakini bahwa daging dan telur ayam kampung merupakan sumber protein yang kandungan (kadar) bahan kimia yang membahayakan tubuh sangat kecil atau bahkan tidak ada. Ditinjau dari keunggulan-keunggulan ayam kampung tesebut, maka beternak ayam kampung merupakan peluang bisnis yang menjanjikan terutama bagi masyarakt pedesaan yang sebagian besar masyarakat ekonomi lemah.



B. Kulit Ari Biji Kedelai
Kulit ari biji kedelai merupakan produk hasil ikutan penggilingan kedelai setelah ekstraksi minyaknya secara mekanis atau kimia.
Kulit ari biji kedelai kaya akan kandungan protein dan serat kasar yang baik untuk ternak unggas. Kandungan protein pada kulit ari kedelai mencapai 43-48%. Selain itu juga mengandung zat anti nutrisi seperti tripsin inhibitor yang dapat mengganggu pertumbuhan unggas, namun zat tersebut dapat rusak oleh pemanasan sehingga aman untuk pakan ternak.
Zat penting lain yang terkandung dalam kulit ari biji kedelai adalah serat kasar yang baik untuk pakan ternak. Namun serat kasar tersebut belum dapat dicerna secara langsung oleh ternak sehingga harus difermentasi terlebih dahulu.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat tersebut, sehingga sering kali kulit ari biji kedelai terbuang sia-sia. Berdasarkan sumber yang kami peroleh sebagian masyarakat yang telah menggunakan kulit ari biji kedelai untuk pakan ternak belum bisa memproses secara benar (di fermentasi) sehingga kandungan gizinya tidak bisa diserap secara maksimal.
C. Janggel Jagung
1. Definisi Janggel Jagung
Janggel jagung merupakan sampah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk pakan ternak. (AMALI et al., 2003). Kebiasaan petani sampai saat ini adalah janggel jagung selalu dibuang atau dibakar padahal sebetulnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena mengandung banyak kandungan gizi terutama serat kasar. Namun serat dalam janggel jagung harus difermentasikan terlebih dahulu sebelum dijadikan pakan ternak. Karena serat yang di kandung tidak bias langsung dicerna oleh ternak.

2. Kandungan Gizi Janggel Jagung
Tabel 1. Hasil analisis kandungan janggel jagung
Zat Gizi Janggel Jagung Janggel Jagung Fermentasi
% %
Kadar air 59,21 45,75
Bahan Kering 40,79 54,25
Protein kasar 3,25 3,99
Lemak kasar 0,33 0,52
Serat kasar 29,89 31,15
Abu 1,49 2,04
BETN 65,04 62,30
TDN 46,68 48,63
Hasil pengkajian diatas dilaporkan oleh AMALI et al., (2003)
D. Ragi Tape
Ragi mengandung mikroba Sacchoromyces cereviceae. Mikroba ini mengeluarkan enzim yang berguna dalam proses fermentasi. Dalam proses fermentasi, glukosa enzim glikolisin akan pecah dan menghasilkan karbondioksida, air, serta energi. Energi diperlukan oleh enzim amilase, intervertase dalam hal proses fermentasi. Tape yang bermutu dihasilkan dari proses fermentasi dan penggunaan bahan dasarnya secara benar. Manfaatnya amat bagus untuk menghangatkan tubuh. Karena mengandung alkohol. Namun, bila dimakan berlebihan akan menyebabkan memabukan.








BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Penelitian ini penulis lakukan pada :
Waktu : Bulan September-Oktober 2009
Tempat : Rumah Anis Safitri
Hal tersebut berdasar kesepakatan peneliti dengan pembina dan alasan kemudahan penelitian serta koordinasi anggota.
B. Kegiatan Penelitian
Tabel 2. Kegiatan Penelitian
No Kegiatan Waktu Tempat
1 Merumuskan Judul 1 September 2009 SMA 1 Ponorogo
2 Mencari Kajian Pustaka dari Buku-Buku,Media Cetak dan Elektronik 10 -27 September 2009 Menyesuaikan
3 Pengumpulan alat dan bahan 3 September 2009 Rumah Anis Safitri
4 Pembuatan pakan ternak ayam kampung 4 September 2009 Rumah Anis Safitri
6 Uji Organoleptik pada ayam A dan ayam B 4 September 2009 Rumah Anis Safitri
7 Pengolahan data dan penyusunan karya tulis 5-7 September 2009 Menyesuaikan
C. Alat dan Bahan Penelitian
a. Alat-alat yang diperlukan dalam pembuatan konsentrat pakan ternak ayam kampung dari kulit ari biji kedelai dan janggel jagung.
1. Alat penumbuk manual (mesin penggiling)
2. Timba atau penampungan air
3. Pengaduk
b. Bahan-bahan yang Diperlukan dalam Pembuatan Konsentrat pakan ternak ayam kampung dari kulit ari biji kedelai dan janggel jagung.


Tabel 3. Bahan-bahan yang dibutuhkan
No. Bahan-bahan Keterangan Gambar Bahan
1. Kulit ari biji kedelai

BU

2. Janggel jagung BU

3.
Serbuk tulang ikan BTP
4. Bekatul BTP

5. Ragi tape BTP
6.

Daun Pepaya

BTS
7. Daun Beluntas BTS
8. Beras BTS
9. Tetes BTS
10. Air garam BTS

Keterangan: BU = Bahan utama
BTP = Bahan tambahan primer
BTS = Bahan tambahan sekunder
D. Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data yang diperlukan maka peneliti menggunakan instrumen penelitian berikut ini:
1. Metode Eksperimen : Dilakukan untuk memperoleh data dari hasil eksperimen.. Eksperimen yang dilakukan yaitu pembuatan pakan ternak ayam kampung dimana dalam eksperimen ini peneliti mencari cara pengolahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung yang tepat agar produk bisa diterima di masyarakat.
2. Metode Studi Pustaka : Dilakukan untuk memperoleh data pendukung dari informasi yang ada baik dari buku, majalah maupun hasil penelitian sebelumnya.
3. Uji Organoleptik : Merupakan uji yang dilakukan untuk menguji perbedaan antara dua produk atau lebih yang dibandingkan. Data yang diperoleh dalam bentuk tabel. Dalam uji organoleptik ini ayam A diberi makan hasil olahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung dan ayam B diberi ransum biasa. Dalam uji ini peneliti membandingkan produk olahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung dari indikator bobot, nafsu makan, kelincahan, kesehata, badan, dan sisa konsentrat pakan.
4. Uji Potensi Pemasaran Produk : Merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui potensi suatu produk untuk kepentingan komersial. Dalam uji potensi produk ini peneliti memberikan prediksi biaya produksi pakan ternak hasil olahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung dibanding pakan ternak biasa.
E. Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini diambil dua macam sampel pakan ternak dengan karakteristik sebagai berikut :
1. Kode sampel ransum A : Pakan ternak hasil olahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung.
2. Kode sampel ransum B : Pakan ternak dari bekatul dan beras.
F. Responden
Untuk melakukan Uji Organoleptik peneliti memberikan ransum pada ayam A dan B selama 1 bulan dan mengamati pertumbuhan ayam.
G. Proses Pembuatan Pakan Ternak Ayam Kampung dari Kulit Ari Biji Kedelai dan Janggel Jagung
A. Langkah-Langkah Pembuatan Konsentrat Makanan Ternak Ayam kampong dari Kulit Ari Biji Kedelai dan Janggel Jagung
a. Mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan. Bahan yang nantinya akan digunakan terlebih dahulu untuk membersihkannya dari kotoran.
b. Memotong janggel jagung menjadi bagian yang lebih kecil untuk mempermudah proses fermentasi.
c. Memfermentasi janggel jagung dan kulit ari biji kedelai menggunakan ragi tape.hal ini bertujuan menguraikan serat kasar yang terkandung menjadi lebih lunak agar mudah dicerna oleh ternak.
d. Menghaluskan tulang ikan menjadi serbuk tulang ikan.Menghaluskan daun papaya dan daun beluntas yang sebelumnya telah dikeringkan.
e. Menghaluskan hasil fermentasi kulit ari biji kedelai dan janggel jagung. hal ini bertujuan memperkecil substrat agar mudah dicerna ternak.
f. Mencampurkan hasil fermentasi dengan serbuk tulang ikan, daun papaya, daun beluntas, dan bekatul.
g. Menambahkan tetes dan air garam saat pemberian ransum pada ternak ayam kampung. Ransum konsentrat alami siap untuk diberikan pada ternak ayam kampung.
Skema Proses Pembuatan Pakan Ternak Ayam Kampung dari Kulit Ari Biji Kedelai dan Janggel Jagung














• Adapun Komposisi ransum yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebagai derikut :
Tabel 4. Komposisi Ransum
No. Bahan Ransum A Ransum B
1 Kulit ari kedelai 20 % -
2 Janggel jagung 20 % -
3 Serbuk tulang ikan 10 % -
4 Bekatul 30 % 40 %
5 Tetes 5 % 5 %
6 Daun papaya 5 % -
7 Daun beluntas 5 % -
8 Air garam 5 % -
9 Beras - 55 %

BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kulit ari biji kedelai dan janggel jagung dapat dijadikan sumber pakan ternak ayam kampung karena mempunyai kandungan gizi yang memadai sehingga layak dijadikan pakan ternak ayam.
2. Pengolahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung dalam pakan ternak mirip dengan pengolahan pakan ternak secara Tradisional. Perbedaannya hanya pada proses fermentasi. Hal ini bertujuan untuk menghaluskan serat kasar yang terkandung agar lebih mudah dicerna oleh ayam.
3. Hasil olahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung dengan Kode Sampel A menyebabkan pertumbuhan yang lebih baik pada ternak ayam kampung dengan tingkat pertumbuhan 80%.
4. kulit ari biji kedelai dan janggel jagung yang diolah sebagai pakan ternak ayam kampung mempunyai potensi sebagai produk pakan ternak yang dapat menjadi obyek usaha karena memerlukan biaya produksi yang sedikit dan mudah terjangkau.
B. Saran
1. Hendaknya diteliti lebih lanjut mengenai kandungan-kandungan lain yang terdapat dalam hasil olahan kulit ari biji kedelai dan janggel jagung
2. Bagi para peternak ayam kampung, untuk meningkatkan penghasilannya mohon mencoba memberikan ransum A pada ayam ternaknya.
3. Sebaiknya penemuan ini dapat dikembangkan di masyarakat sehingga dapat memicu peningkatan produksi pertanian dan peternakan.
4. Kami menghimbau kepada Pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat terutama dalam bidang peternakan.

No comments:

Post a Comment

komentar yang baik sangat diterima

Post a Comment